Pindahan ke Jekyll

Walaupun Jekyll sudah blog-aware, masih aja ada hal yang harus gue pikirin. Jekyll kan cuma static site generator, terus gimana caranya biar bisa search something kalau database aja nggak ada? lalu buat komen-komenan gimana? buat contact form gimana?

Maka dari itu gue pun bertualang mengembara internet untuk mencari jawaban, ditengah perjalanan gue menemukan sebuah kitab yang menyatakan bahwa Jekyll bisa disusupi fitur search. Gue juga berhasil menemukan jawaban untuk commenting system dan contact form. Diakhir perjalanan, gue pun memutuskan untuk pindah dari WordPress ke Jekyll.


Beberapa hal yang berubah setelah pindah ke Jekyll:

Theme

Kalau lo pernah buka website medium.com, lo pasti ngerasa déjà vu, karena hampir 70% desain blog ini mirip dengan desain website medium.com! Aah dasar tukang jiplak!

Categories

Pada setiap kategori semua entri bakalan numpuk di satu halaman. Artinya nggak ada pagination. Meskipun begitu, permalink masih sama seperti yang dulu: /category/<category-name>.

Tags

Tags sekarang sudah sombong, semuanya ditumpuk di satu halaman.

Search, walaupun wajahnya tidak berubah tapi sifatnya sudah berubah.

Commenting Sytem

Karena Jekyll nggak pernah PHP atau melakukan hal-hal yang dinamis, commenting system dialihkan ke Disqus. Saran dari gue, jangan pernah pakai livefyre atau intense debate, apalagi facebook comment, mereka payah.

Contact Form

Gue meminta bantuan dari formspree.io sebagai alat komunikasi privat dua arah.


Jekyll is a simple, blog-aware, static site generator. It takes a template directory containing raw text files in various formats, runs it through a converter (like Markdown) and our Liquid renderer, and spits out a complete, ready-to-publish static website suitable for serving with your favorite web server.


Pindah ke Jekyll bukan biar gue ngerasa OKE ala developer atau biar anti-mainstream, tapi karena pakai WordPress databasenya suka nge-hang, mungkin karena VPS-nya udah nggak kuat kali ya. Anyway, Kalau lo bukan technical user, jangan pernah mikir untuk pindah ke Jekyll, ribet serius. Tapi kalau lo suka tantangan, silakan cobain Jekyll dan rasakan bedanya, hitung-hitung buat belajar Pemrograman Ruby juga. Terlebih lagi, Jekyll juga bisa di-host secara gratis di GitHub loh, yang lo butuhin cuma domain doang, ah dasar jiwa gratisan.

Well then, happy blogging guys!