Mencari Totto-Chan

Judul bukunya “Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela”, ingatan gue mengenai novel ini kembali hadir waktu ngeliat sebuah buku di bookfair kampus tetangga beberapa hari yang lalu. Gue nggak ingat persis kapan pertamakalinya gue tahu menahu soal novel ini. Namun yang jelas judul ini gue dapati waktu lagi iseng browsing di internet mencari novel-novel rekomendasi yang berasal dari negeri sakura. Novel Totto-Chan inilah yang paling menarik perhatian gue, sebenarnya sih gara-gara judulnya yang rada unik gitu. Tapi daripada disebut novel, gue lebih suka menyebutnya memoar, karena isinya adalah tentang pengalaman masa kecil Tetsuko Kuroyanagi, sang penulis itu sendiri.

Kembali lagi ke bagian bookfair, jadi waktu itu kebesit pikiran “aduuh pengen beli, bukunya cuma satu lagi, pasti buku langka nih”, tapi apa daya, dana bulanan udah menipis gara-gara membeli hampir 10 buku beberapa minggu yang lalu. Adududuh.. yang awalnya cuma pengen liat-liat doang jadi pengen beli setengah hidup, hehe.

Waktu itu hari Sabtu, rencananya gue pengen ke bookfair lagi sehabis mengikuti acaranya Komunitas Beasiswa IT Telkom yang bertajuk kuliah di Swedia (keren loh acaranya!). Sekitar pukul 12 siang, sehabis acara tersebut selesai, gue bersama 3 orang senior langsung ngacir ke kampus tetangga yang jaraknya hanya beberapa puluh meter (maklum masih dalam satu yayasan pendidikan). Tapi nyatanya gue harus kecewa lagi, bookfairnya udahan.. ternyata bookfairnya cuma sampe hari Jumat kemarin doang. Gagal deh ngedapetin bukunya Tetsuko Kuroyanagi. Yasudahlah, akhirnya salah satu senior gue mengajak kami semua ke Bandung Techno Park yang terletak hanya beberapa puluh meter dari sana.

Sekitar jam 3 sore, setelah puas mengelilingi BTP dan ngeliatin orang-orang di gedung sebelah sibuk nyiapin acara yang dibintangi oleh Raisa, gue pulang ke kosan, masih dengan pikiran dipenuhi oleh Totto-chan “Dimana lagi ya gue bisa ngedapetin buku itu?”. Tiba-tiba gue kepikiran dengan Togamas, kali aja disana ada, sekalian juga mau liat-liat, toh udah lama gue nggak ke toko buku yang satu itu. Ternyata perkiraan gue tepat! disana masih ada buku Totto-chan, seneng banget deh waktu itu :D ditambah lagi beberapa buku yang udah lama gue incar juga ada disana. Akhirnya gue pulang dari sana dengan membawa 8 jilid buku, karena ada obral gede sih, jadinya bisa beli banyak.

Oh ya, buku-buku yang gue beli itu diantaranya: Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela, To Kill A Mockingbird, The Alchemist, Empress Orchid, The Last Empress, The Girl with the Dragon Tattoo, Foucault’s Pendulum, dan Labyrinth. Untuk 5 judul terakhir, itu adalah buku obral, harganya 20ribuan dan masih bagus-bagus, masih terbungkus rapi. Mudah-mudahan kedelapan buku itu bisa gue selesain bulan ini, atau setidaknya sampai bulan depan.

Mengenai buku Totto-Chan itu sendiri, sebenarnya setelah gue ngeliat bukunya di bookfair gue langsung nyari di perpustakaan kampus, dan beruntungnya ternyata ada! langsung deh dikhatamin di tempat :D Ceritanya bagus dan sangat inspiratif. Kalau gue nggak salah baca, Totto-chan ini adalah buku yang mengubah sistem pendidikan di Jepang menjadi seperti yang sekarang ini.