Cloud aja? Ciyus nih?

Tahu sendiri kan? akhir-akhir ini dunia gempar dengan istilah cloud, tak terkecuali di Indonesia. Gue sendiri juga nggak jarang mendengar kalimat seperti Sono pergi cloud aja deh lo! 1 atau Eh, gue mau nge-cloud dulu yah di luar 2, sungguh luar biasa.

Nah terus cloud itu sebenarnya apa? yang jelas cloud yang gue maksud disini nggak ada hubungannya dengan kalimat diatas, cloud yang gue maksud adalah cloud technology (terjemahan bebas: teknologi awan).

Oke, kalo gitu cloud technology itu apa?


Susah ngejelasinnya kalau secara deskriptif, gimana kalau gue simpulkan aja langsung pakai pendekatan? setuju?

Gue ini bukan ahli, bukan juga orang cloud, apalagi suka nge-cloud. Maka dari itu gue bakal ngasih penjelasan sesuai dengan apa yang ada di kepala gue. Jadi sederhananya, cloud itu kira-kira begini nih:

1. Instan/On Demand

Yak instan! seperti halnya mie instan, Lo gak perlu bikin adonan mie dan ngeracik bumbu-bumbunya sendiri. Lo tinggal buka bungkusnya, rebus mienya, masukkan bumbu ke piring, taruh mie yang udah direbus ke piring, aduk rata, sajikan. Enak banget, apalagi kalau ditambah telor, daging sama sayuran. Sedap.

Nah kebayang kan? cloud technology itu instan, kalau lo mau bikin website tinggal beli domain sama hostingan, udah deh 5 menit jadi. Lo nggak perlu beli server, ditaruh di kosan, terus ngatur ini-itu sendiri, kan repot. Itulah kenapa konsepnya instan/on demand, layanannya bisa digunakan secepatnya seketika lo membutuhkannya.

2. Hanya Membutuhkan Perangkat Akses

Bahasa kerennya Off-Premise, maksudnya kita nggak usah make perangkat lain selain perangkat akses (untuk mengakses layanan cloud technology yang disediakan). Nah misalnya lo pengen punya e-mail, lo nggak harus punya mail server sendiri. Lo bisa memanfaatkan layanan webmail gratis seperti gmail, ymail, hotmail, dan teman-teman.

Contoh lainnya yaitu sistem operasi cloud, lo nggak perlu install sistem operasi konvensional yang dipasang di harddisk. Lo hanya memerlukan akses internet dan komputer untuk memanfaatkan sistem operasi cloud ini. Makanya namanya cloud (awan), karena bagaikan berada di awang-awang, kita nggak tahu pasti data yang kita miliki berada dimana. Tidak seperti yang konvensional (biasa), yang sudah pasti tersimpan di harddisk.

Cloud Computing Tag Cloud
Cloud Computing Tag Cloud

Nah sekarang udah mulai kebayang kan? Jadi cloud technology itu secara nggak sadar udah dari dulu kita pakai, cuma namanya doang yang baru dan wow. Jadi salah besar kalau mikirnya cloud itu layanan server virtual yang rumit dan berbelit-belit. Bahkan sesuatu yang simple seperti email gratisan dari Gmail-pun sudah bisa disebut cloud technology. Penyimpanan file online seperti Dropbox, Mediafire, Google Drive dan teman-teman pun juga merupakan cloud technology.

Selain itu, ada pula yang namanya cloud computing (terjemahan bebas : komputasi awan), nah apalagi itu! Sejujurnya bakal sangat panjang kalau gue harus menjelaskan yang itu juga, tapi gue menemukan artikel yang cukup tepat untuk penjelasannya, disini nih. atau kalau mau yang greget, baca aja yang ini.

Luar biasa sekali, gue mau bilang wow sambil koprol dulu deh!


Eits! yang luar biasa itu siapa? gue atau cloud technology? kalau itu ditujukan buat gue, terimakasih dan silakan lo bilang wow sambil koprol sepuasnya. Tapi kalau itu ditujukan buat cloud technology, tunda dulu koprolnya. Meski cloud technology ini sungguh wow, tapi teknologi ini memiliki kelemahan yang amat krusial, yaitu akses internet dan kecepatan akses internet. Lah gimana mau mengakses cloud technology kalau nggak ada akses internet, piye toh? itu sama aja kayak mau mengakses komputer tanpa ada sumber listrik.

Gimana? Udah cukup tahu mengenai cloud? jangan sampe lo nanyain cloud itu belinya dimana, ntar gue jawab gratis tuh banyak di langit!

Kalau masih kurang jelas, cobalah pahami secara keep calm because can’t swim. Tetap tenang karena nggak bisa berenang. brlub brlub brlub.

  1. Sono pergi kelaut aja deh lu!

  2. Eh, gue mau ngerokok dulu yah diluar.