One Litre of Tears

One Litre of Tears

Ikeuchi Aya, gadis normal berumur 15 tahun, merupakan anak dari sebuah keluarga yang membuka toko tahu. Aya, yang sebentar lagi akan menjadi anak SMA, banyak mengalami hal-hal yang aneh belakangan ini. Dia mulai sering terjatuh dan memiliki cara berjalan yang tidak biasa. Ibunya, Shioka, membawa Aya ke dokter, dan dokter memberitahu Shioka bahwa Aya mengidap penyakit spinocerebellar degeneration, yaitu sebuah penyakit yang mengerikan dimana fungsi cerebellum pada otak berangsur-angsur memburuk sehingga pada titik tertentu, si penderita tak akan bisa berjalan, berbicara, menulis, dan bahkan, tidak bisa makan. Bagaimanakah reaksi Aya ketika dia mengetahui penyakitnya ? Dan bagaimana Aya menjalani kehidupannya setelah itu?

One Litre of Tears 01

Drama ini menceritakan tentang sesosok Ikeuchi Aya, seorang gadis berumur 15 tahun yang periang, sopan, cemerlang, pintar, rajin dan jago main basket. Namun takdir berkata lain, dia mendapatkan sebuah penyakit langka yang sampai saat ini belum ada obatnya. Penyakit ini perlahan-lahan merenggut sistem motorik Aya, mulai dari tidak dapat berjalan, menulis, berbicara dan pada akhirnya membuat nyawanya terancam.

One Litre of Tears 02

Tidak lupa, dalam drama ini juga terselip momen-momen kehangatan keluarga, kekonyolan ayahnya Aya dan adik Pertamanya, Ako, yang sering bertengkar dalam berbagai hal, dan juga bagaimana keluarga ini selalu mendukung dan menyemangati Aya, terutama Ibunya yang sangat tegar menghadapi kenyataan itu. Selain itu, Aya juga mendapatkan banyak dukungan dari teman-teman dekatnya di sekolah, teman-teman satu klub basket, dan juga dari Asou, seorang siswa yang diam-diam menyukai Aya.

One Litre of Tears 03

Keadaan yang semakin memburuk membuat Aya harus rela meninggalkan sekolah impiannya dan pindah ke sekolah khusus untuk orang-orang seperti Aya. Walaupun dia terlihat tegar dan menerima keadaannya yang semakin memburuk itu, sebenarnya didalam hatinya, dia sangat sedih. “Kenapa penyakit ini memilihku?” “Untuk apa aku hidup?” itulah yang selalu dikatakan Aya. Namun terlepas dari semua itu, walaupun pergerakan tubuhnya kian terbatas, dia tetap menulis diary, dia merasa dirinya menjadi lebih baik setelah menulis diary. Dia terus menulis hingga dia tidak sanggup lagi memegang pena.

Satu hal yang ngebuat gue menangis terharu menonton drama ini bukan hanya karena melihat kondisi tubuh Aya yang kian hari kian memburuk dan melihat betapa menderitanya dia menahan kenyataan tentang kondisi tubuhnya sendiri, namun juga karena melihat keluarga dan teman-temannya yang menghadapi kenyataan tentang kondisi Aya, melihat mereka rela melakukan apapun demi membuat penderitaannya berkurang, melihat keluarga dan teman-temannya selalu berada disampingnya namun tidak bisa melakukan apapun yang dapat mengubah kondisi tubuh Aya, hal tersebut terlihat sangat natural dan membuat gue tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menangis terharu.

One Litre of Tears 05

Ada banyak pesan yang disampaikan oleh drama yang diangkat dari kisah nyata seseorang bernama Kitou Aya ini, setelah menonton drama ini, lo bakal merasa lega karena sedang tidak berada di posisi Aya, lo bakal lebih menghargai hidup, lebih menghargai waktu-waktu kebersamaan lo bersama teman-teman dan keluarga, terlebih lagi, lo bakal bersyukur kalo lo masih hidup dan masih memiliki kesehatan. Ini adalah drama yang patut diancungi jempol, film yang wajib ditonton! gue berani bertaruh, lo nggak bakal menyesal menonton drama ini. Selain ceritanya yang bagus dan dramatis, drama ini juga didukung oleh akting para pemerannya yang bagus, lagu-lagu yang memikat hati dan selimpah pesan yang tersirat didalamnya.

Just being alive is such a lovely and wonderful thing.
-Kitou Aya

One Litre of Tears 06